hubungan antara sudut pusat dengan panjang busur dan luas juring
Sekarang misalkan besar sudut COD = satu putaran penuh = 360, maka panjang busur CD = keliling lingkaran = 2r, dan daerah OCD = luas lingkaran = r2 dengan r jari-jari, akan tampak seperti Gambar (ii), sehingga diperoleh: sudut AOB panjang AB luas juring OAB = = 360 2r r2 Dengan demikian, hubungan antara sudut pusat, panjang busur, dan luas
Juringadalah daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur lingkaran. Pada gambar di atas, daerah COD yang diarsir warna merah merupakan juring lingkaran. Jenis-jenis juring ada 3 yakni: a. Juring Kecil. Juring kecil adalah juring yang luasnya kurang dari setengah lingkaran. b. Juring Setengah Lingkaran. Juring
Temberengadalah daerah yang dibatasi oleh busur dan tali busur lingkaran. Daerah yang diarsir antara tali busur AB dan busur AB disebut tembereng. LUas tembereng = luas juring AOB - luas segitiga AOB. Apabila sudut pusat tembereng kurang dari 180 derajat, maka disebut tembereng kecil. Apabila lebih dari 180 derajat, maka disebut tembereng
Hubunganantara sudut pusat, panjang busur, dan luas juring adalah sebagai berikut. Jadi, panjang busur dan luas juring pada suatu lingkaran berbanding lurus dengan besar sudut pusatnya Sekarang perhatikan Gambar di atas tersebut.
Sudutpusat α menjadi variabel yang penting dalam menentukan panjang busur, luas juring, dan luas tembereng. Perhatikan gambar di atas. Pada lingkaran tersebut terdapat dua buah juring, yaitu AOB dengan sudut AOB = 30º dan juring kedua COD dengan sudut COD = 120º.
hanya fokus pada orientasi kognitif dalam pembelajaran dapat menyebabkan.
hubungan antara sudut pusat dengan panjang busur dan luas juring